“Fitna” Film pendek oleh seorang anggota parlemen Belanda Geert Wilders. salah satu Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT
Film pendek yang mengekspresikan “Hate Speech” akan Islam oleh seorang Geert Wilders. Dimulai dengan gambar KArikatur NAbi Besar Muhammad SAW Peace be Upon Him, yang dibuat oleh kartunis Denmark. Dimana Digambarkan sang Nabi dengan wajah lelaki berjenggot dengan Surban yang berlilitkan bom yang dinyalakan sumbunya, dengan keterangan waktu 15:00 yang berarti Durasi sumbu Bom itu sebelum meledak yang juga menandakan durasi film pendek ini yaitu approximately 15 minutes.
Banyak kalangan umat Islam yang tidak menerima Film ini dan meng “condemned” ( hehe sedikit english indonesia) atau mengutuk pembuat film itu sebagai penghinaan terhadap ajaran Islam, karena dengan senaknya mengambil ayat ayat Al-Quran dan menaruh penggambaran Interpretasi ayat-ayat tersebut dengan pandangannya sendiri yaitu kekerasan, ketidakadilan, yang dilakukan umat Islam selama beberapa tahun belakangan ini dari bom-bom bunuh diri di Spanyol, Ingriss, sampai tragedi 9/11, Tak hanya itu ayat-ayat suci juga digambarkan dengan Pemotongan Kepala perempuan berjilbab dan penembakan perempuan di padang pasir, juga beberapa ceramah yang salah satunya adalah ceramah Jumat dimana sang penceramah sampai mengeluarkan pedang mengangkatnya dengan nada membakar dan berapi-api.
Dan yang paling tidak diterima oleh banyak orang mungkin adegan terakhir dimana ada suara kertas yang dirobek seiiring dengan gambar lembaran Al_quran yang akan di buka sehingga memberikan gambaran kalo itu adalah suara Al-quran yang di robek tetapi di film diberikan keterangan bahwa suara tersebut adalah suara kertas yang di robek buan dari al-quran, dengan text pesan tambahan agar Muslim membuang lembaran-lembaran yang dianggap Geert mengajak ke arah kekerasan di buang dari hati para Muslim.
Dan pada bagian sebelum penutup Geert mengutarakan ketakutannya akan Negara yang dicintainya menjadi di kuasai oleh Islam. Hal ini diutarakan dengan gambar Mesjid yang di jadikan salah salah satu kartu Selamat datang di Belanda,(menandakan mesjid menjadi ikon di beanda) dan betapa cepatnya penyebaran Islam di belanda dan Di Eropa. Geert juga pernah memberikan seruan untuk menarik Al-Quran dari Belanda tapi menurut Survei disana dikatakan lebih dari 70 % tidak menyetujui Hal itu. Hahahaha Greet ini orang belanda yang gak paham akan mayoritas orang belanda yang secara pendidikan terdidik dengan baik, dan menjunjung tinggi azaz kebebasan yah gimana enggak orang Homo aja boleh kawin disana n MArijuana is legal there damn itu baru namanya Demokrasi hahaha kebebasan bener2 di junjung gak kaya disini, orang ribut2 ngomong demokrasi tapi apakah bener mereka berani dan kuat akan konsekuensi arti kebebasan itu sendiri. Wong baru baru ini aja internet Dibatasi and you tube diancam di blokir sama pemerintah apa itu namanya negara demokrasi yang berazaskan Freedom of speech. Freedom of Speech My Ass hahaha. Tapi beda dengan negara Belanda yang benar-benar menjunjung tinggi nilai itu di buktikan dengan survey tadi ya jelas lah mayoritas disana gak keberatan akan Al-Quran, orang mereka aja gak keberatan sama Homo dan Psikotropika Apa kata dunia nanti kalo mereka gak memperbolehkan ajaran Islam. (sedikit Nagabonar)
Well itu intinya mengapa Geert Wilders bikin Film INi n mengapa banyak kalangan Islam yang menentangnya. Lewat tulisan diatas Gua mencoba memberikan pandangan 2 pihak dimana disatu sisi ada orang yang merasa punya kewajiban terhadap negaranya agar tidak “menjadi mayoritas muslim”, dan di sisi lain ada Kalangan muslim yang merasa ajaran Islam yang dianutnya dilecehkan.
Namun TErlepas dari itu gua mau share pendapat, dimana menurut gua Film Fitna Ini adalah salah satu tanda-tanda kebesaran Tuhan YME, Gimana Enggak Kita semua tahu secara litereal Arti Fitna kan yaitu suatu kebohongan publik yang dapat mencelakan pribadi, golongan, sampai ketaraf yang lebih luas lagi.
Nah kenapa si Greet mengambil judul itu seakan-akan dia mau bicara ini loh fitna yang terjadi pada pemaknaan dan pelaksanaan ajaran Al-Quran. Kalau banyak dari golongan Muslim yang mau berfikir seperti itu pasti mereka akan malah berkaca akan mengapa itu hal-hal itu bisa terjadi. Disatu sisi Geert Wilders tidak salah dengan penggambaran yang di taruh dalam film fitna karena itulah yang terjadi, itulah yang dia lihat, in fact that’s what the world see in a box called TV. Allah SWT mungkin merancang Geert Wilders untuk memakai judul ini sehingga sebagai masukan bagi kita yang mengaku Muslim apakah benar-benar tahu apa itu ajaran Suci Al-quran or just something that is take for granted cause our parents, surroundings is already Islam. Inilah Fitna inilah kebohongan publik yang terjadi di dunia akan Islam bisa saja itu sebetulnya makna yang harus di petik dari fenomena film pendek ini.
Kalau saja si Wilders itu dibukakan hatinya akan Hidayah pasti dia bisa melihat itu sebagai kebesaran Tuhan yang Maha Tunggal yang berkuasa atas dirinya dimana niatnya untuk menjelekan Islam malah sebetulnya di jadikan Film penuh makna bagi semua Muslim Untuk Berkaca dan memperbaiki Keimanannya.
thats all ……
Oh ya ada lagi yang menarik karena FILM ini terjadi fenomena “religion Wars” di Youtube which is funny because fenomena ini udah di parodiin terlebih dahulu dalam Episode Southpark “Cartoon WArs” lama sebelum film fitna dibuat behehe tapi sekian dulu nanti tak terusin lagi khusus tentang ini di posting baru.
wassalam
Ayat-Ayat Cinta just another Fuck’n Sinetron from MD Entertainment
Ayat-Ayat Cinta just another Fuck’n Sinetron from MD Entertainment
sampe ada yang ngomong banyak yang beli tiket untuk ke -2 kali menonton film ini well not becase they like it but they just dont get it hahahag well what can u expect hanung bramantyo yang direct n MD Entertainment yang danain.
Film ini meraih penjualan tiket terbanyak di indonesia untuk awal tahun 2008, tapi seperti kita tahu kebanyakan yang terjual laris di Indonesia ini bukan sesuatu hal yang “seperb, cool, enchanting,” tapi bisa dibilang “lame, and perhaps the guys at southpark put a term as “gay”. Well look around di industri musik kita ada radja, samson, ungu sampai kangen band” kesamaan mereka adalah they sold lots of records although the music isn’t that great, they gives the same shit but Indonesian love shit in fact we beg for more. Film indonesia pun gak beda jauh sama industri musik kita, banyak film baru tapi basiclly they all just the same shit over n over again horor n film cinta tetep merajalela.
Munculnya Ayat-ayat cinta ini memberikan harapan, image yang beda dan nafas baru buat perfilman indonesia. Media massa pun gencar membicarakannya gimana tidak karena film ini berdasarkan novel dengan judul yang sama yang mengangkat tema Islam dalam kompilakasi semerawut dunia ini.
Sub tema yang diangkat pun beragam dari poligami, kerukanan antar agama sampai inti islam yaitu penyerahan diri (ikhlas), namun banyak sekali hal yang tidak sinkron pada penggambaran film yang digembar-gemborkan akan memberikan pengalaman baru ini. yang paling telak adalah iklan Nu green tea when you see it youll know. I mean what was that all about kita mau nonton film not a god damn advertisement and its ok kalo tuh Teh kemasan ada dalam novel kalo gak ada berarti ini udah penghinaan buat kita yang benar2 datang to see the film tapi secara pribadi I’m not so shock about the hole thing karena di direct sama Hanung Bramantyo what can you expect he’s last movie was a downer kalo didirect sama om Nagabonar mungkin lain ceritanya.
Pengambilan gambarpun seakan2 mainin kita sebagai orang Indonesia gimana enggak kta di coba dibohongin akan pengambilan gambar yang dilakukan di arab karena banyak menggunakan tempat tua dan bersejarah di Indonesia dari museum fatahilah dan lawan Sewu semarang, buat kita2 yang suka dan tau tempat2 seperti itu benar2 suatu hal yang bikin apresiasi akan film ini makin berkurang.
Timing pun sangat tidak wajar digambarkan. Ada foto SBY n JK yang notabene berarti digambarkan berlangsung pada saat yang sama dengan kita sekarang. tapi diperlihatkan mesir keadaannya seperti 10 sampai 20 tahun yang lalu Hallo mesir itu negara kaya mereka sudah pake baju dari emas pas zaman nabi Musa nah Indonesia boro2 masih belom jelas dan Nomaden hidupnya. Masa ruangan penjara dimesir digambarkan segitu buruknya bila digambarkan berlangsung pada saat ini, n ruang pengadilan yang kuno abis kaya film India di TV2, well mo gimana lagi yang punya duit buat nih Film Mafia2 India itu yang notabene monopoli hampir semua lame Film i indonesia
, Seharusnya sang director konsisten sama waktu dong kalo mo gambarin mesir keadaan tahun berapa kalo mo samain sama buku atau versi nya dengan keadaan sekarang. Seperti keadaan Al Azhar masa cuma segitu aja n gambaran lingkungan hidup mesir pada saat ini yang kumuh. karena seperti logika tadi mereka itu negara yang lebih advance and kaya dari kita. Jangan sampe orang mesir nuntut kita akan penggambaran yang tidak realistis akan negara mereka.
well enough dari segi Film nya sekarang kita bahas dari ceritanya kao kita lihat2 cermati secara dalam yang paling janggal adalah pemeran utama yang notabene mahasiswa Al-Azhar tidak bisa menyikapi dengan baik ilmu agama yang dipunyainya pada kehidupannya sendiri untung dia mendapat Aisyah Istri yang benar2 super saint, perfect yang membantu dia dalam memahami dan menerapkan Islam dalam hidupnya. tapi kalo dipikir 2 itu yang menjadi pertanayaan dimana karakter ini cenderung seperti sebuah halayan aja dimana ada seorang wanita kaya raya, cantik, mempunyai tingkat ilmu agama yang tinggi, dan muslimah yang sebaik-baiknya. Sang Arjuna Fahri pun ternyata tidak lebih unggul dalam pemahaman agamanya dengan teman se sel nya di penjara karena dia yang memberi masukan dalam menghadapi kehidupanya, padahal tidak digambarkan kalu teman se selnya ini taat agama karena saat fahri sholat dia tidak sholat dan tidak oernah diperlihatkan pernah sholat. Dan untuk seseorang yang mengerti agama dan mempelajarinya dengan baik di Al-Azhar juga menjadi idaman para wanita piawai berdebat akan agama tetapi Fahri digambarkan masih saja menyuruh istrinya dengan membentak panggil suster padahal istrinya sedang hamil tapi karena memang karakter Aisah disini ditinggikan jadi dia tidak merasa beban untuk itu tapi utnuk kita2 yang nonton menjadi pertanyaan apakah benar tindakan seperti itu dilakukan oleh seorang Fahri apa kesalahan direktor yang gak bisa ngasih pemahaman yang tepat akan karakter Fahri.
Well selamat menikmatinya sendiri dan mengkritisi Film ini seluas harapan dan imajinasi Anda karena Film Indonesia gak adakan maju apabila tidak ada masukan yang berarti dari kita para penontonnya.
just a thought
mungkin biar ada perubahan mafia2 itu harus di saingi dengan any means neccesary seperti government ngasih dana buat film maker yang bisa baut film-film berkualitas dan mendidik juga mengena (walupun kita tau pemerintah kita sucks bisanya korupsi aja boro2 mau bagi2 dana hahaha) and yang terpenting Masukan dan kritisi dari kita semua.



















































